Hindari Dampak Buruk Gadget Dengan APlikasi Bermanfaat

| April 18, 2017 | 0 Comments

Bambang

Solo – Berpijak dari Kasus pemerkosaan oknum siswa SD di WOnogiri menjadikan kita prihatin dan miris. Seorang anak SD kelas 6 yang keseringan menonton video pornografi akhirnya mengancam teman temannya untuk diperkosa jika melawan. Peran guru dan orang tua sangat dibutuhkan dalam perkembangan anak. Handphone juga sebaiknya jangan di password demikian juga orang tua. Hal ini untuk memberikan kesan bahwa ada keterbukaan diantara keluarga. Begitulah pesan penting dari Bambang EKa Purnama saat diundang Talk Show di Programa 1 RRI. Dialog interaktif yang dipandu oleh Widya menjadi semarak dengan pertanyaan dari pendengar RRI yang bertanay sudah separah apakah negeri ini terhadap darurat prornografi? Dan apakah aparat bisa memberangus pornografi sama dengan menindak aksi narkoba karena sama sama merusak otak kata Anggi menambahkan. Bambang sependapat dengan Anggi bawah pelaku Pornografi memang terganggu jiwanya. Maka harus di rehabilitasi secara khusus. Bambang menambahkan dengan undang – undang ITE seharusnya orang menjadi tidak berani. Namun nyatanyabtidak dmikian. Brati sebenarnya yang jadi masalah adalah bukan peraturannya yang penting namun pondasi kuat untuk anak sejak dini agar saat menjelang dewasa anak bisa mengerti kemudraratan pornografi. Masalah gadget Bambang punya pengalaman p[enelitian kecil. Saat melarang mahasiswanya tidak diperkenankan menggunakan gadget ternyata nilainya jeblok semua. Analisisnya adalah bahwa mahasiswa menjadi terkekang. Namun pada semester berikutnya saat dibebaskan maka nilainya menjadi naik. Hal ini dikarenakan saat mencari materi di internet mereka akan jauh lebih cepat. Untuk bertukar pendapatpun demikian halnya. Mahasiswa juga bisa belajar berdagang dengan fasilitas di gadgetnya dan masih banyak lagi kemanfaatannya.
Pendapat yang sama juga di ulas oleg Arif dosen Psikologi UNS yang mengatakan bahwa anak harus secara kontinyu diberikan pengertian dan didampingi saat menggunakan gadgetnya. Juga orang tua harus berhitung untuk tujuan apakah anak diberikan perangkat canggih ini. Kalau tujuannya tidak terlalu urgent maka mungkin tidak perlu dibelikan paket data dengan kapasitas besar. Bisa jadi di gadgetnya juga terpasang aplikasi penyadap untuk memantau aktivitasnya.
Secara umum kedua narasumber sependapat untuk memberikan kesimpulan yang sama bahwa pondasi hati dan oak anak yang harus dikuatkan untuk menjembataninya saat usia dewasa.

Tags: , , , , , , , ,

Category: Teknologi

About the Author ()

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *